Dipublikasikan pada : August 30, 2012.

ANALISIS IMPLEMENTASI KEAKSARAAN FUNGSIONAL DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK

Program Studi : Pendidikan Luar Sekolah - S1

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan berawal dari rendah minat belajar warga mengikuti program keaksaraan fungsional ditandai kurangnya antusias, masih sedikit yang mengikuti dan didominasi perempuan. Fakus penelitian ini adalah realitas implementasi keaksaraan fungsional dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan program, proses pelaksanaan, langkah-langkah pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, dan keberhasilan.

                Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur pengolahan data menempuh prosedur telaah data, reduksi data, kategorisasi data, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan dengan penggunaan statistik deskriptif persentase.

Hasil penelitian diperoleh deskripsi bahwa program keaksaraan fungsional di Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi adalah program pengetahuan setara SD dan pendidikan keterampilan bekal hidup. Responden merasa sangat senang dengan kedua program tersebut (60% dan 55%) karena bermanfaat bagi kehidupannya (50% dan 60%). Proses pelaskanaan dimulai sebagian besar warga mengikuti karena keinginan sendiri (65%), sumber informasinya hampir setengahnya dari sosialisasi penyelenggara (30%). Besarnya minat itu dipengaruhi pula oleh baiknya pelayanan pendaftaran oleh penyelenggara (50%) dan sangat baiknya penjadwalan pembelajaran (60%) serta cukup kompeten dan profesionalnya tutor (40%) sehingga berdampak pada frekuensi kehadiran warga belajar yang sebagian besar rata-rata 2 kali dalam seminggu (60%). Langkah pembelajaran dimulai dengan penjelasan materi oleh tutor dengan baik (50%), metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demontrasi, dan latihan (35%), dan sering melakukan evaluasi (40%). Cara evaluasi pengetahuan setara SD sebagian besar tes tulis dan lisan (65%), sedangkan untuk keterampilan bekal hidup hampir seluruhnya dengan tes praktek (80%). Namun demikian, tutor kadang-kadang menggunakan media/alat/sumber pembelajaran sesuai dengan materi (40%). Faktor pendukung yaitu tersedia sumber belajar, terutama potensi lokal untuk pembelajaran keterampilan hidup (60%). Sedangkan penghambatnya sebagian besar karena sulitnya mengatur waktu karena harus bekerja (35%) dan keterbatasan penglihatan dan daya tangkap (30%). Keberhasilannya ditandai dengan hampir setengahnya warga belajar dapat membaca (45%) dan menulis (40%) dengan lancar, cukup mampu berhitung (45%), dan hampir setengahnya warga belajar cukup lancar berbahasa Indonesia (35%). Adapun dalam keterampilan bekal hidup warga belajar mampu membuat produk makanan dengan bagus (40%). Namun produk olahan tersebut hampir seluruhnya dikonsumsi sendiri (85%).

Keyword : .