Dipublikasikan pada : September 12, 2012.

PEMBELAJARAN MENEMUKAN NILAI-NILAI CERITA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (C T L)

Program Studi : PSB Indonesia - S1

Menemukan nilai nilai merupakan salah satu keterampilan bidang apresiasi sastra. Melalui pembelajaran keterampilan tersebut diharapkan dapat terbentuk kepribadian siswa. Kandungan ajaran moral akan dapat mengajarkan pembaca bagaimana bertingkah laku yang baik guna membentuk kepribadian yang berakhlak. Akan tetapi kenyataan dilapangan menunjukkan pembelajaran menemukan nilai – nilai pada cerpen merupakan salah satu genre sastra yang kurang diminati siswa

Berdasarkan observasi dalam proses pembelajaran di SMA PASUNDAN 1 CIANJUR , penyusun menemukan beberapa permasalahan yang didapat oleh siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia terutaman siswa kelas X-5 , salah satu hambatan tersebut adalah dalm proses pembelajaran menentukan sebuah nilai moral yang terkandung dalam sebuah cerpen,  hal ini diperkuat oleh keterangan guru  bahasa dan sastra Indonesia guru bahasa yang menyatakan bahwa siswa  kelas X-5 mempunyai sedikit kesulitan dalam memahami nilai yang terkandung dalam sebuah cerita pendek apabila disampaikan dengan metode ceramah dan tugas. Sehingga siswa merasa cepat bosan dan jenuh yang berakibat susahnya pemahaman siswa dalam menentuhan  sebuah nilai moral yang terkandung dalam sebuah cerpen.

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, pembatasan masalah dalam laporan penelitian ini adalah hambatan yang dihadapi siswa kelas X – 5 SMA Pasundan 1 Cianjur dalam mempelajari mencari nilai – nilai yang terkandung dalam sebuah cerita pendek apabila menggunakan metode ceramah dan tugas. untuk itu penulis menggunakan model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam proses pembelajaran menentukan nilai – nilai yang terkandung dalam cerpen, sebagai metode yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas X – 5 SMA Pasundan 1 Cianjur dalam mencari nilai – nilai yang terkandung dalam sebuah cerpen

Pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta didik secara nyata, sehingga para peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Melalui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik akan merasakan pentingnya belajar, dan mereka akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang mereka pelajari.

Pembelajaran kontekstual ini memungkinkan proses belajar yang tenang dan menyenangkan, karena pembelajaran dilakukan secara alamiah, sehingga peserta didik dapat mempraktekkan secara langsung apa yang telah mereka pelajari. Pembelajaran kontekstual mendorong siswa untuk memahami hakikat, makna, dan manfaat belajar, sehingga memungkinkan mereka rajin, dan termotivasi untuk senantiasa belajar, bahkan kecanduan untuk belajar. Kondisi ini akan terwujud, ketika siswa menyadari tentang apa yang mereka perlukan untuk hidup, dan bagaimana cara untuk menggapainya. Maka dapat disimpulkan pembelajaran kontekstual ini merupakan pembelajaran yang menjadikan pengalaman lebih relevan dan berarti bagi siswa dalam membangun pengetahuan yang akan mereka terapkan dalam pembelajaran seumur hidup. (3) Komponen Pembelajaran CTL. Pembelajaran kontekstual mempunyai tujuh komponen utama pembelajaran, diantaranya yaitu (1) kontruktivisme (contructivism), (2) bertanya (questioning), (3) menemukan (inquiry), (4) masyarakat belajar (learning community), (5) pemodelan (modeling), (6) refleksi (reflection), dan (7) penilaian sebenarnya (authentic assessement)

Keyword : , , .
Download Full