Dipublikasikan pada : August 30, 2012.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI MEDIA BALOK CUISENAIRE DI PAUD PEMBINA CIMAHI

Program Studi : Pendidikan Luar Sekolah - S1

ABSTRAK

 

Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah STKIP Siliwangi Bandung dengan judul “ Upaya Meningkatkan Kemampuan Berhitung melalui Media Balok Cuisennaire di PAUD Pembina Cimahi “.

Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan : (1) Apakah melalui media balok cuisenaire dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak di PAUD Pembina Cimahi ? (2) Apakah melalui permainan berhitung penguasaan konsep transisi dan lambang dapat meningkatkan sosial anak ?  (3) Apakah dengan media balok cuisenaire anak lebih termotivasi dalam pembelajaran berhitung di PAUD Pembina Cimahi ?.

Balok Cuisenaire diciptakan oleh George Cuisenaire dari Belgia, karena ia mengamati sulitnya pemahaman matematika pada anak. Balok Cuisenaire ini banyak dipergunakan di berbagai Negara Eropa dan di beberapa bagian Negara Australia. Sementara itu, Eliyawati, dkk (2005:69) mengemukakan bahwa George Cuisenaire menciptakan balok Cuisenaire untuk mengembangkan kemampuan berhitung anak, pengenalan bilangan dan untuk peningkatan keterampilan anak dalam bernalar.

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi. Sumber data penelitian ini adalah anak  PAUD  Pembina Cimahi sebanyak 50 orang dengan tutor sebayak 3 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa pedoman wawancara dan  pedoman observasi. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif deskriptif dengan teknik presentase.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kondisi kemampuan berhitung anak di PAUD Pembina sebelum diberi perlakuan pembelajaran menunjukkan hasil bahwa secara umum kemampuan anak berada pada kategori cukup (C) dan pada kategori kurang (K). Balok Cuisenaire merupakan salah satu media yang dapat memenuhi semua tahapan kegiatan berhitung anak, yaitu tahapan penguasaan konsep, tahapan masa transisi dan tahapan pengenalan lambang. Pada tahapan penguasaan konsep anak dapat mengenal warna dan mengetahui nilai masing-masing warna pada balok Cuisenaire tersebut. (2) Pelaksanaan  penggunaan  media  balok  Cuisenaire  sebagai  upaya  untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak yang dilaksanakan adalah anak menyebutkan urutan bilangan 1-20 secara berurutan, anak menyebutkan urutan bilangan secara mundur dari 20-1, anak menyebutkan bilangan sebelum dan sesudah, misalnya sebelum 2 adalah 1, dan sesudah 1 adalah 2, anak dapat menghubungkan kartu angka yang sesuai dengan balok Cuisenaire dari 1-10 secara berurutan, dan anak dapat menghubungkan kartu angka yang sesuai dengan balok Cuisenaire dari 1-10 secara acak. Hal ini bertujuan untuk mengukur keamampuan anak dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan balok Cuisenaire. Hal tersebut telah meningkatkan sosial anak dilingkungannya.  (3) Kemampuan berhitung anak di PAUD Pembina setelah digunakan media balok Cuisenaire menunjukkan hasil bahwa secara umum  kemampuan anak berada pada kategori baik (B) pada kategori sebesar (80%) cukup (C) sebesar 10 % dan pada kategori kurang (K) sebesar 10%.

Berdasarkan penjabaran di atas dengan adanya kemajuan dari setiap kegiatan dan beberapa tindakan, dapat disimpulkan bahwa media balok Cuisenaire dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak dan anak termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran berhitung.

Sarannya mengacu pada hasil temuan penelitian, peneliti dapat mengemukakan menjadi beberapa rekomendas yang diharapkan dapat dijadikan masukan bagi pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan anak usia dini

 

Keyword : .